Jangan Latah dong, kawan..

October 12th, 2008 by chacha-lina

Latah bisa diartikan ikut-ikutan. Sepertinya “penyakit” latah ini sudah menular di Indonesia. Bukan mau mencap jelek masyarakat Indonesia, tapi ini kan negara demokrasi. Bolehlah kalau saya “ikut-ikutan” beropini.

Nampaknya banyak hal yang bisa disebut latah. Pertama saya mulai dari film. Saya ingat betul bagaimana film Ayat-Ayat Cinta menjadi booming. Kemudian diikuti dengan munculya sinetron bertemakan agama. Lalu saat ini film-film bioskop Indonesia sedang didominasi oleh film bertemakan komedi semi vulgar yang berusaha mengikuti kesuksesan film Quickie Express. Film horor pun sempat menjadi “primadona” bioskop. Saya pribadi bosan dengan suguhan film bioskop yang itu-itu saja. Mengapa tidak berusaha membuat film dengan tema berbeda agar penonton bioskop mempunyai pilihan?

Saya lanjut lagi ke masalah tren atau mode. Bisa dilihat gaya penampilan berbusana masyarakat kita hampir seragam. Saat model baju “babydoll” sedang nge-trend, toko-toko baju menjual babydoll dan masyarakat beramai-ramai memakainya. Lalu saat tren batik mencuat, lagi-lagi masyarakat kita latah.

Sepertinya, penyakit latah ini tidak pilih kasih. Pelajar, mahasiswa, pekerja, ibu rumah tangga, sampai artis pun sebagian sudah terjangkit virus latah. Musim Pilkada dihiasi dengan artis yang mencalonkan diri menjadi caleg (calon legislatif). Begitu juga menjelang Pemilu 2009 banyak artis banting setir menjadi politikus dengan masuk parpol (partai politik).

Penyakit latah ini mungkin menular. Tapi yang saya takutkan, remaja sekolah menjadi latah dengan mengikuti tingkah laku remaja di sinetron. Sering saya melihat gaya remaja di sinetron ABG (Anak Baru Gede) terlalu berlebihan. Ke sekolah dengan aksesoris berlebihan, gaya hidup yang terlihat bebas sampai adanya tingkah laku negatif seperti melawan orang tua dan adegan melakukan kekerasan. Jangan sampai fenomena latah ini menular dari tayangan televisi ke kehidupan nyata para remaja.

moodku seperti sinyal HPku yang lagi erorr..

October 12th, 2008 by chacha-lina

hemmm…

selama 3 hari kemaren aku bener2 lagi gak mood bersosialisasi ma tmen2..

gak tau knapa tiba2 mood aku langsung nge-drop banget!

telpon dan sms dari tmen2 aku abaikan..

bahkan someone specialku pun dcuekin..

hahaha…

bukan karena PMS lho (tamu wanita tiap bulan), tapi emang kayak lagi ga dapet “jaringan” aja.

alhasil, selama 3 hari kemaren aku cuma diem dirumah dan lebih sering ngedekem dikamar. bengong2 gak jelas..

tapi hari ini suasana hatiku udah normal lagi dong..

semangat lagi..

hehehe…

kayak sinyal HPku aja yang lagi erorr, suka naek turun gak jelas. Sinyalnya gak bagus..

ramadhan…

September 4th, 2008 by chacha-lina

ramadhan kali ini terasa indah ya teman..

indahnya saat kita bisa mensyukuri nikmat yang Allah berikan..

keluarga, sahabat, teman, pacar..

semuanya menjadi kesatuan lingkaran utuh dari karunia Allah untukku..

ramadhan kali ini waktunya untuk meningkatkan kualitas diri teman..

solat 5 waktu, menambah ilmu dengan membaca, menyambung tali silaturahmi, sampai berbagi kasih dengan orang lain..

ramadhan itu sebuah berkah teman…

semoga ramadhan saat ini menjadi titik balik seseorang menuju diri yang lebih baik..

amin..

kapan lulus??

August 20th, 2008 by chacha-lina

hari ini salah satu teman saya sedang menghadapi sidang skripsi..
sidang penentuan kelulusan masa kuliah.
mendengar kabar teman saya sidang itu saya langsung berpikir "bisa tidak ya saya menyelesaikan skripsi sesuai waktu kuliah 4 tahun?".
fiuuhh… saat ini aja saya blm melaksanakan PKL, padahal sudah memasuki semester 7. melihat teman-teman seangkatan sudah banyak yang PKL bahkan sedang membuat laporan PKL menuntut saya memasang target untuk segera mencari tempat PKL lainnya (sebelumnya tidak pernah ada panggilan dari tmp PKL yang dituju).

yaahh… orang tua juga sudah mewanti-wanti saya segera lulus kuliah tentunya dengan nilai yang sangat memuaskan (semoga tercapai).
tapi sudah 3 semester terakhir ini nilai saya selalu turun (otomatis mempengaruhi IPK saya). alhamdulillah orang tua hanya mengingatkan saya untuk tidak lagi terlalu aktif berorganisasi di kampus dan lebih fokus pada kuliah.
saat masuk semester 7 nanti saya bertekad untuk fokus pada kuliah saja. Karena masa jabatan saya sebagai pemimpin redaksi periode 2007-2008 akan berakhir tanggal 26 agustus mendatang. Jadi, tidak ada lagi tanggung jawab selain kuliah.

doakan saya ya teman supaya kuliah lancar dan lulus tepat waktu ;)

ketika kita kehilangan…

July 8th, 2008 by chacha-lina

tanggal 4 juli lalu gw ngerasain sedihnya ditinggal pergi selamanya sama temen gw.
Marwa, temen sekelas gw yang juga merangkap sebagai keua kelas meninggal karena kecelakaan motor….

Pertama denger kabar itu gw masih gak percaya! Tapi setelah datang ke pemakamannya dan ngeliat jenazah almarhum untuk  terakhir kalinya, gw baru percaya bahwa gw kehilangan seorang teman yang gak akan pernah terlupakan.

peristiwa itu menyadarkan gw bahwa seseorang yang telah meninggal dunia akan selalu meninggalkan berjuta kenangan.Tapi biasanya yang selalu diingat adalah kenangan indah. Seberapa kesalnya kita pada orang itu semasa hidupnya, namun ketika orang itu pergi selamanya maka hanya ada kenangan yang manis. Kenangan bahagia. hhhhh….. seseorang menjadi begitu berarti saat pergi dari dunia ini. Seseorang menjadi sangat bermakna saat ia tidak akan pernah kembali lagi.

Kehilangan temen aja gw udah sedih bukan main, apalagi kalau harus kehilangan salah satu anggota keluarga yang sangat dicintai..

Allah memang udah punya rencana dari setiap kehidupan manusia. Intinya, jangan menyia-nyiakan seseorang yang ada dalam hidupmu karena ketika suatu saat ia tidak lagi ada dalam hidupmu selamanya mungkin yang tersisa hanya kenagan dan penyesalan.

Selamat jalan teman…
suatu saat nanti kita semua pasti akan menyusul.

senang…

June 27th, 2008 by chacha-lina

27 juni 2008

sedih itu kini berganti kbahagiaan…

aku senang…..!!!!

doakan ya teman…

sedih…

June 27th, 2008 by chacha-lina

4 juni 2008

sedih…
satu hal yang gw rasain tentunya saat harus ngjalanin ini.
yap… akhirnya hubungan gw putus juga!
antara sedih dan lega..

sedih karena sebenarnya gw
masih sayang ma dya.
tapi gw juga lega karena penderitaan batin gw berakhir sampai disini!

bisa dibilang hubungan gw kemaren bner2 ga mulus.
maksudnya kita berdua terlalu sama2 egois dengan perasaan sendiri…
waktu dya bilang "aku gak mau nyakitin kamu lagi", gw mikir brarti
slama ini LoE SADAR dong udah nyakitin gw!!! knapa gak coba berubah supaya gw
bahagia?? ato knapa gak dari dulu putusin gw!

cowok brengsek! uupsss… gw jadi emosi gni deh.
yaaahhh mau diapain lagi,,,
dya udah ambil keputusan ini, harus gw jalanin.

lega, karena gw bisa berjalan dengan ringan mencari kisah yang baru…
berusaha menutup buku dengannya dan membuka halaman baru dengan yang akan
datang…. hati harus kembali tertata.

selamat tinggal masa lalu…
selamat datang masa depan…

aku selalu siap menyambut pangeranku yang akan segera datang….
membawa kebahagiaan yang utuh untukku.

cepatlah datang pangeran hatiku….

 

ketika cinta harus memilih…

April 30th, 2008 by chacha-lina

ketika cinta harus memilih antara Logika dan Perasaan, hmmm…. gw bingung pilIH yang mana.

ketika kita berada di persimpangan logika dan perasaan, harus memilih jalan mana yang dilalui. sepertinya gw sedang berada di persimpangan itu. Tapi gw bingung, ga tau harus pilih yang mana.

cinta…. huufff…
kalo nurutin perasaan hati sih, masih pengen bersama dya. Masih mau mempertahankan hubungan yang sedang terjalin. Masih ada rasa sayang buat dya. Masih pengen berstatus "pacarnya".
tapiiii….. logika gw berkata sebaliknya!

berdasarkan logika dengan akal yang sangat sehat sih, gw gak pantes mempertahankan hubungan ini lagi. Kalo logika bisa ngomong pasti kyk gni ngomongnya "ngapain sih lo masih aja bertahan ma dya!? Dya gak pantes buat lo! Percuma jalin hub ma orang kyk dya! Apa yg lo dapetin dari dya?! Kenyamanan? Perhatian? KAsih sayang? Waktu? Nggak kan?!!! Gak ada yang lo dapetin! Cuma sekedar status!"

hiks…hiks…
jadi… mana yang harus gw pilih??
logika atau perasaan??

perasaan hati

February 26th, 2008 by chacha-lina

huuff… memang ga gampang ya hidup berorganisasi.
niat awal cuma pengen nambah ilmu, nambah temen, nambah pengalaman, tapi eh malah jadi bikin puyeng gini..
oke deh ga usah bertele-tele, yang mau gw curhatin disini adalah organisasi Media Publica (MP). Sebagai anggota organisasi sih awalnya have fun karena kerja santai ga di bawah tekanan. tapi, belakangan ini entah kenapa gw menjalankan MP serasa berada dalam tekanan banget. khususnya tekanan yang dataang dari senior2 MP. Mungkin maksud mereka baik ya, mau menjaga agar MP tetap menjadi organisasi yang eksis dan kuat (dalam arti pemberitaan). Awalnya mereka cuma sekedar memberi masukan dan kritik yang kita sadari perlu dan ga ada masalah. namun, lama kelamaan, masukan dan kritik yang mereka beri itu seakan menjadi sebuah kewajiban yang mau ga mau kita ikuti. Kalo diibaratkan (mnrt pribadi lho) seperti merekalah yang sekarang pegang kendali terhadap MP, bukan pengurus yang memegang andil. Intervensi dari mereka cukup membuat gw bener2 merasa tertekan dalam menjalankan MP saat ini.

oke, sekarang masuk dari sudut pandang gw sebagai pemimpin redaksi MP periode 2007-2008. Sebagai pemimpin dalam bidang keredaksian, jujur aja gw juga bingung gmana cara biar keinginan senior2 itu bisa direalisasikan. Banyak yang kritik kalo terbitan MP sekarang ga kritis, ga tajam, ga ini ga itu. Macem2lah.. Gw bisa ngerti kalo MP jaman dulu (katanya) sangat kritis dan ditakuti pihak kampus karena bisa mempengaruhi pikiran dan sikap mereka yang membaca (terbitan MP). Tapi bukankah sekarang jamannya udah sedikit berbeda ya. Keadaan jaman sekarang ga lagi kisruh seperti ketika zaman orba atopun reformasi. Kalau gw boleh berpendapat ni ya, jaman sekarang hidup udah berubah. Mahasiswa sekarang cenderung individualistis, ga peka dan ga mau mengurusi hal-hal yang ga ada hubungannya dengan mereka (asal ga merugikan ya ga mslh). Selain itu, jaman sekarang orang lebih suka mengurusi diri sendiri ketimbang ngurusin orang laen. Jadi, gw bingung aja kalo saat2 sekarang gw dituntut bikin berita yang kritis. Seperti apa sih berita yang kritis dan tajam itu?

maap banget, gw bukannya mau menjelek2kan senior, tapi keikutsertaan senior2 (terutama yang angakatan sangat tua) bikin kami2 pengurus MP merasa tidak bebas dalam melakukan suatu kegiatan. Mau bkin acara ini takut dicecar apa gunanya, mau bkin sesuatu yang merubah konsep takut "dihadang" senior. Bukankah mahasiswa itu ikut berorganisasi itu untuk mengembangkan potensi diri ya? bukan berkembang seperti keinginan para senior. Bukankah mahasiswa itu ikut berorganisasi untuk cari pengalaman ya? bukan terkungkung dalam lingkaran yang dibuat oleh senior.

sekali lagi gw minta maap banget kalo mungkin menyinggung perasaan para senior. Tapi, beberapa hari ini aja pengurus MP udah beberapa kali mengeluhkan senior. Kami bukannya ga suka dengan keikutsertaan senior dalam memberi saran dan kritik. Tapi kami merasa kritik itu membuat kami (pengurus) tidak bebas dalam menjalankan Mp. Disaat kami mau fokus mengurusi acara MP, senior malah ribut tentang "ada apa sih di MP saat ini?". Itu membuat kami tidak fokus dalam bertindak. Disatu sisi kami pengen bikin acara "besar", tapi disatu sisi kami punya tanggungjawab moral, dsb terhadap senior.

untuk kedua kalinya, gw minta maap ya.. Tapi gw akui keberadaan senior juga diperlukan. Mohon kami (pengurus) dibimbing, tapi dengan cara yang ‘halus’ ya.. hehe..

baca deh…

January 7th, 2008 by chacha-lina

hmmm… berkisah tentang kampus merah putih moestopo.
entah kenapa ya gw ngerasa males kalo lagi di kelas dengerin dosen ngoceh. Bukan karena gw orang pemalas yang ke kampus cuma pengen gaya doang. Tapi, kenapa ya di Moestopo itu keberadaan dosen tua lebih banyak dibanding keberadaan dosen muda.

Cara ngajar dosen tua jujur aja bikin ngantuk. Terlalu terpaku pada buku dan kadang apa yang disampaikan itu udah ga sesuai dengan perkembangan jaman sekarang. Padahal komunikasi itu kan ilmu yang dinamis, bergerak sesuai jaman. Lucunya, diktat yang dipake sama dosen tua ini udah turun-temurun dari beberapa tahun yang lalu. Pernah ada dosen mewajibkan setiap mahasiswa pny diktat, di sampul emang tertulis ‘2006′, tapi ketauan banget bekas coretan ‘1999′. Alhasil semua contoh dalam diktat itu udah ga up-date lagi. hahaha…

Yang nyebelinnya, dosen tua itu kebanyakan terkenal dengan "pelit nilai". Sebenarnya bukan karena dia punya standar tinggi, tapi biasanya saat ujian mereka mau mahasiswa menjawab persis sama (minimal mendekati) dengan yang tertulis di buku (pdhal soal bukan tentang teori). sedangkan komunikasi itu kan mengembangkan daya pikir dan nalar. Alhasil nilai mahasiswa banyak yang jelek karena dosen ga mau terima jawaban "pake nalar". harus plek-plekan sesuai buku ato ucapan dia.

Sedangkan dosen muda (berumur sekitar 27-45) itu lebih fleksibel. Asalkan mahasiswa menjawab tanpa menghilangkan inti dari yang dimaksud, nilai B udah ditangan (pastinya tugas dan absen lengkap). Selain itu dosen muda lebih enak diajak diskusi (dan emang biasanya gaya mengajarnya adalah diskusi). Jadi mahasiswa jadi tahu perkembangan dunia komunikasi sekarang.

Jadi tolong ya pak dekan dan pak rektor.. Sebaiknya dosen tua itu ‘dirumahkan saja’. Perbanyaklah dosen muda yang berkualitas. Insya allah, lulusan Fikom Moestopo nantinya bisa lebih unggul dibanding kampu laen.. Kalo dosen tua tetap dipertahankan, kayaknya kualitas mahasiswa bakal jadi rendah. Karena dilihat dari fasilitas jelas Moestopo kalah saing bangeeet dengan kampus swasta laen. Udah gitu terlalu banyak teori dan minim praktek. Masalah teori mdan praktek ini, fakultas berkilah "kita ini kan universitas. Lulusannya sarjana, bukannya D3. Jelas harus lebih banyak teori." Ckckckc…

Wahai para sarjana lulusan Fikom Moestopo, berusahalah lebih giat belajar karena saingan kita banyak dan berat.. Semangat!!!